Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Postingan Baru

1 2 3 4 5 6 7 8

Metode Pembelajaran S3H

Salah satu masalah pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah masih ada pola pembelajaran yang sangat teoritis dan kurang bervariasi. Selain itu, kegiatan pembelajaran di kelas sering textbook oriented dan kurang mengaitkan dengan lingkungan dan situasi dimana peserta didik berada.Seringkali kegiatan kelas hanya melalui metode ceramah dan diikuti dengan latihan mengerjakan soal atau pemberian tugas rumah. Oleh karena itu, peserta didik sering merasa bosan dan motivasi belajarnya menurun. Pola pembelajaran dengan teknik yang bervariasi diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.


Serius, santai, dan sabar serta sedikit humor, itulah kata-kata lugas yang meluncur bebas dari peserta didik, ketika diajukan sebuah pertanyaan “ Bagaimana menurut kalian, cara guru mengajar yang menyenangkan”. Memang sepertinya perkataan serius, santai, dan sabar, serta sedikit humor, terasa asyik terdengar dan mengandung artian yang mendalam (bermakna). Didalam kamus bahasa Indonesia ( 1994 ), dijelaskan bahwa :

· Serius mengandung arti : sungguh-sungguh

· Santai menandung arti : bebas dari tegang

· Sabar mengandung arti : tidak cepat marah

· Humor mengandung arti : bersifat lucu


Jika kata-kata tersebut diatas dirangkai akan menjadi sebuah kalimat : “Sungguh-sungguh bebas dari dari rasa tegang, dan tidak cepat marah serta bersifat lucu”. Kalimat inilah yang mengilhami penulis, untuk mencari dan menemukan sebuah metodelogi pembelajaran yang eksplisit, atau yang lebih tepat guna.


Sardiman A.M. menjelaskan, “tugas dan tanggung jawab guru adalah sangat luas, tetapi tugas mengajar didepan kelas merupakan salah satu tugas yang sangat penting. Demikian pentingnya sehingga berhasil tidaknya seorang guru sering diukur dari aspek ini saja. Guru akan dikatakan pandai kalau dapat mengajar dimuka kelas dengan baik.” (Microteaching, 2001:180).


Oleh karena itu, jawaban atau lebih merupakan ungkapan kata hati peserta didik diatas perlu ditindak lanjuti, tentunya dimulai dari pengumpulan data dari peserta didik dan menganalisanya. Kemudian penulis mencoba merumuskan menjadi sebuah konsep pembelajaran, yaitu : “ Metode Pembelajaran S3H” ( Serius, Santai, dan Sabar serta sedikit Humor ).


Implementasi Metode Pembelajaran S3H :

Serius : Dalam menyampaikan materi pelajaran, guru harus bersungguh-sungguh dan tegas. Nada suara, volume dan kecepatan merupakan pemanis komunikasi, perubahan nada dan kualitas suara dapat menyatakan : kegembiraan, keraguan, kepastian, kekecewaan dan ketidak pastian . Menyisipkan mata pelajaran lain yang relevan, untuk menambah wawasan serta memperkaya materi pelajaran.


Santai : Dalam menyampaikan materi pelajaran, sebaiknya dilakukan tidak tergesah-gesah, ciptakan suasana yang bebas dari rasa tegang. Fokuskan penyampaian pada materi yang esensial, guna merangsang timbulnya keinginan peserta didik untuk bertanya.

Sabar : Disaat interaksi belajar mengajar berlangsung, adakalanya peserta didik tidak memperhatikan, bergurau, berbicara, dan mengganggu teman yang lain, sebaiknya guru tidak cepat marah/emosi. Ajukan pertanyaan untuk mengembalikan perhatian dan kosentrasi semula. Pendekatan dan perhatian guru terhadap siswa dapat membangkitkan motifasi dan percaya diri untuk lebih giat lagi belajar.


Humor : Ketika suasana kelas mulai berubah, peserta didik mulai merasa jenuh, dan daya serap mulai menurun, disaat itulah dibutuhkan kepiawaian guru untuk tetap mempertahankan situasi yang kondusif. Banyolan atau humor-humor segar yang relevan dengan materi pelajaran, atau pengalaman-pengalaman indah, dapat diberikan dengan ekspresi wajah, alis terangkat, dahi berkerut, anggukan kepala serta mata melebar mampu mengembalikan situasi dan kondisi yang lebih menggairahkan lagi.

E. Mulyasa mengatakan guru harus dapat menciptakan situasi, sehingga materi pelajaran selalu nampak menarik, tidak membosankan. Guru harus punya sensitifitas yang tinggi untuk segera mengetahui apakah kegiatan pembelajaran sudah membosankan siswa. Jika hal ini terjadi, guru harus segera mencari metodelogi pembelajaran yang lebih tepat guna ( KBK, 2004 : 24 ).


Dari uraian diatas, nampaknya gayung bersambut, metode pembelajaran S3H, kiranya dapat dijadikan alternatif (diuji cobakan). Menurut hemat penulis yang telah melaksanakan sejak beberapa waktu yang lalu hingga kini, hasilnya cukup memuaskan. Dengan demikian diharapkan metode pembelajaran S3H yang sederhana dan alami ini, dapat membantu memecahkan masalah yang sering dialami guru ketika mengajar di depan kelas. Selamat mencoba.


Sumber : Lihat Disini

Related Post



0 komentar:

Poskan Komentar

Ubah Bahasa

Jumlah Pengunjung

Yang Berkunjung

free counters

Pengunjung Hari ini

Free Hit Counter

Label

 

Behind This Blog

Foto Saya
Dedi Supriyadi
Single, 26 Tahun Tahap akhir Kuliah di STKIP Arrahmaniyah Kota Depok dan BSI Margonda Depok Angkatan 2012 s/d 2015
Lihat profil lengkapku

Reader Community